Home     Article     Food     national
Lama Baca 3 Menit

Otak-Otak Ikan Tanjung Pinang, Kuliner Pesisir yang Kian Diburu Wisatawan

16 February 2026, 10:43 WIB

Otak-Otak Ikan Tanjung Pinang, Kuliner Pesisir yang Kian Diburu Wisatawan-Image-1
Otak - Otak Khas Tanjung Pinang 

Bolong.id - Tak afdol rasanya jika berkunjung ke Tanjung Pinang tidak mencicipi salah satu kuliner khas di pulau ini. Ya, otak otak ikan khas Tanjung Pinang ini berbeda dengan otak otak yang ada di daerah lain diluar dari Kepulauan Riau. Makanan berbahan dasar ikan laut segar ini tidak hanya populer sebagai oleh-oleh, tetapi juga merepresentasikan identitas kuliner masyarakat pesisir Melayu-Tionghoa di wilayah tersebut. 

Terbuat dari daging ikan yang dihaluskan dan dicampur bumbu rempah, adonan otak-otak kemudian dibungkus daun kelapa atau daun pisang, lalu dipanggang di atas bara api. Aroma asap dari proses pembakaran inilah yang menjadi ciri khas utama otak-otak Tanjung Pinang, membedakannya dari daerah lain yang umumnya dikukus atau digoreng.  

Menurut pelaku usaha kuliner lokal, jenis ikan yang digunakan biasanya ikan tenggiri, parang, atau kerapu karena memiliki tekstur daging yang padat dan rasa gurih alami. Bumbu yang dicampurkan meliputi santan, bawang, gula, garam, serta rempah pilihan yang memberi cita rasa khas perpaduan gurih dan sedikit manis. 

Otak-otak Tanjung Pinang lazim disajikan dengan saus kacang pedas atau sambal cuka. Kombinasi rasa asap dari ikan bakar dengan saus yang tajam menciptakan profil rasa yang kuat dan khas, sehingga mudah dikenali oleh penikmat kuliner. 

Selain dijual di kedai makan, produksi otak-otak juga berkembang sebagai industri rumahan dan UMKM. Produk dikemas dalam bentuk beku agar tahan lama dan dapat dibawa sebagai oleh-oleh ke luar daerah, bahkan hingga mancanegara seperti Singapura dan Malaysia. 

Pelaku usaha setempat mengungkapkan bahwa kuliner berbasis hasil laut, termasuk otak-otak, berkontribusi terhadap daya tarik wisata gastronomi Tanjung Pinang. Wisatawan yang datang tidak hanya mengunjungi situs sejarah dan budaya, tetapi juga menjadikan wisata kuliner sebagai agenda utama. 

Seorang wisatawan domestik mengaku menjadikan otak-otak sebagai daftar wajib setiap kali berkunjung. Selain rasanya khas, harga yang relatif terjangkau membuat makanan ini mudah dinikmati berbagai kalangan.

Keberadaan otak-otak juga mencerminkan akulturasi budaya di Tanjung Pinang. Teknik pengolahan ikan dipengaruhi tradisi Melayu pesisir, sementara penggunaan bumbu dan tekstur menunjukkan sentuhan kuliner Tionghoa peranakan.

Dengan permintaan yang terus meningkat, pelaku usaha berharap adanya dukungan pemerintah dalam hal sertifikasi, pengemasan, dan promosi agar otak-otak Tanjung Pinang semakin kompetitif di pasar nasional.

Sebagai kuliner tradisional yang bertahan di tengah modernisasi, otak-otak ikan tidak hanya menjadi santapan, tetapi juga simbol warisan budaya pesisir yang terus hidup dan berkembang di Kota Tanjung Pinang. (*) 

Informasi Seputar Tiongkok